Ternyata Ini Alasan Driver Ojek Online Minta Cancel Orderan


Sentrablog - Buat kalian yang sering menggunakan jasa ojek online seperti Uber, Grab, dan Gojek pasti pernah mengalami yang namanya Driver minta cancel orderan.

Kalau sudah minta di cancel pasti ada saja alasannya seperti ban bocor, motor mogok, perut lagi mules dan banyak lagi alasan lainnya.

Wah padahal dikasih rejeki tapi kok minta di cancel ya ?

Jadi gini sob menurut pengalaman saya sebagai pengguna ojek online yang suka iseng bertanya kepada driver, jadi di balik alasan yang kadang gak masuk akal itu ada alasan yang sebenarnya.

Sebenarnya Driver ojek online bisa saja cancel orderan dari aplikasi sendiri tetapi yang jadi pertanyaannya, kenapa terkadang drivernya minta cancel kepada customer ?

Ini alasanya...

1. Pertama jika driver ojek online mengcancel orderan dari aplikasi sendiri yang akan terjadi adalah performa pada akun mereka akan menurun.

Biasanya pada akun driver ojek online terdapat 3 nilai target yang harus dipenuhi, yaitu:


  1. Nilai Penerimaan 
  2. Nilai Pembatalan
  3. dan Rating Bintang.


Nah saat ini yang akan kita bahas adalah tingkat niai pembatalan.

Setiap aplikasi ojek online ketentuannya berbeda beda berapa jumlah target yang harus tercapai, seperti yang pernah saya baca misalnya tingkat nilai pembatalan pada aplikasi driber grabbike yaitu minimal 10% dari total semua perjalanan.

Apa yang akan terjadi jika tingkat pembatalannya melebihi 10% ?

Nah ini alasannya driver minta cancel kepada customer, jika pada apliasi grab driver pembatalannya melebihi 10%  maka driver tidak akan bisa mendapatkan insentif atau bonus karena tingkat pembatalan menjadi salah satu syaratnya.

Berbeda jika yang membatalkan adalah customernya, nilai pembatalan driver tidak akan bertambah.

2. Yang kedua adalah perjalanan tidak searah

Hal ini biasanya terjadi ketika kita memesan ojek online pada malam hari, dimana driver sudah lelah dan ingin pulang kerumah untuk beristirahat, tetapi saat perjalanan pulang driver tidak mau sia sia membiarkan jok motornya kosong.

Maksudnya sia sia adalah pada saat driver melakukan perjalanan pulang, mereka ingin sambil membawa penumpang. Kan lumayan sambil menyelam minum air.

Tetapi yang terjadi bagaimana jika orderannya berlawanan arah dengan jalan pulang ?

Biasanya driver akan minta cancel dengan banyak alasan apalagi perjalanan yang ditempuh cukup jauh.

Jika driver mengcancel sendiri kembali ke alasan pertama.

3. Terakhir, driver mendapatkan customer yang sama sebanyak 3 kali dalam seminggu.

Yang ketiga adalah dari ojek online grabbike, saya pernah memesan grabbike tetapi sering mendapatkan driver yang sama.

Yang terjadi adalah sang driver meminta saya cancel, dan jika saya tidak mau driver akan mengcancel sendiri.

Dengan rasa penasaran saya bertanya kepada driver melalui fitur chat yang tersedia pada aplikasi grab.

Ternyata dari keterangan driver jika mereka menerima orderan dari customer yang sama sebanyak 3 kali dalam seminggu mereka dapat terkena penalty, karena itu termasuk salah satu kode etik grabbike yang bisa di kategorikan berlangganan penumpang ujarnya.

Wah ternyata saya baru tau untuk menjadi driver ojek online itu ternyata tidak mudah.