Macam-Macam Pelanggaran Gojek di Jakarta

Macam-Macam Pelanggaran Gojek di Jakarta

Gojek menjadi aplikasi yang banyak di gunakan di Jakarta, pusat pemerintahan dan ibukota Indonesia. Dengan banyaknya pengguna dan mitra Gojek, untuk menjamin kepuasan pelanggannya, maka Gojek memberikan beberapa peraturan yang harus ditaati oleh mitra mereka. Macam-macam pelanggaran Gojek di Jakarta dibuat untuk di patuhi oleh mitra Gojek. Apabila mereka tidak menjalankannya, akun mereka akan di tahan dan tidak bisa menerima orderan.

Daftar Macam-Macam Pelanggaran Gojek di Jakarta yang Perlu Anda Ketahui
Sebelumnya terdapat dua jenis suspend atau penahanan akun pada driver Gojek, yakni Auto Suspend dan Manual Suspend. Keduanya bisa dibedakan sebagai berikut:

·       Auto Suspend
Pemilik akun terdeteksi secara otomatis oleh sistem yang digunakan oleh pihak Gojek dan dianggap telah melakukan pelanggaran.

Beberapa contoh mengenai pelanggaran auto-suspend adalah melakukan order secara fiktif yang akan diganjar dengan pemutusan mitra serta dikenai penalti sebesar 300.000 rupiah. Begitu pula ketika Anda menyelesaikan dan menjalankan orderan pelanggan yang tidak jelas, akun driver akan dibekukan dan apabila lebih lanjut diketahui menggunakan orderan yang fiktif, akan diperlakukan sanksi pemutusan kontrak.

Selanjutnya adalah terlalu sering menyelesaikan order dari pelanggan yang sama. Umumnya pihak Gojek akan membagikan secara merata order pelanggan, sehingga jarang ditemui pengemudi Gojek yang akan menerima order dari nama yang sama dalam kurun waktu singkat.

Rating yang rendah juga merupakan alasan pemutusan kontrak dengan pihak Gojek apabila dalam tahap suspend, driver tidak mengalami peningkatan rating bintang yang diberikan oleh pelanggan. Jika memang diputuskan kontraknya, deposit akhir yang berada dalam akun pengemudi, akan dikembalikan.

·       Manual Suspend
Terjadi karena laporan secara manual yang diberikan oleh pihak ketiga, biasanya pelanggan, karena pengemudi Gojek dianggap melakukan pelanggaran pada mereka.

Kesalahan yang dilakukan oleh pihak driver ketika mendapat manual suspend adalah ia melakukan kelakuan yang tidak pantas selama menarik penumpang. Misalnya dengan berkata kotor, ugal-ugalan di jalanan dan melakukan tindakan kriminal. Selain itu, driver juga akan dikenai pembekuan akun jika menghilangkan barang milik pelanggan.

Beberapa manual suspend diantaranya adalah menyebarkan berita bohong yang meresahkan khalayak serta merusak nama baik perusahaan, baik langsung ataupun lewat media akan dikenai sanksi berupa pemutusan mitra. Hal tersebut juga sama ketika pengemudi melakukan tindak kriminal dan melakukan pelecehan seksual pada pelanggan baik secara tulisan maupun lisan.

Selanjutnya adalah melakukan proses kendaraan yang tidak aman, seperti bermain ponsel ketika menyetir atau mengemudi, berkendara dengan kecepatan di luar batas wajar, mabuk ataupun berbagai pelanggaran mengenai norma berkendara akan mendapatkan pembekuan akun selama 1 hari masa kerja serta mendapatkan peringatan melalui pesan di akun Gojek pengendara.

Hal yang sama juga terjadi ketika pengemudi tidak memberikan kembalian secara penuh atau kurang, serta meminta pelanggan untuk memberikan tip guna biaya parkir, uang bensin serta dana tidak resmi lainnya. Pembekuan akun akan diberlakukan selama 1 hari kerja dan bila terakumulasi lebih lagi, pembekuan dilanjutkan sampai hari ketiga.

Itulah macam-macam pelanggaran Gojek di Jakarta yang perlu Anda ketahui, apalagi bila Anda merupakan salah pengemudi dan mitra dari Gojek. Jika Anda tidak melakukan pelanggaran diatas namun menerima sanksi berupa pembekuan akun atau pemutusan mitra, Anda bisa mendatangi kantor Gojek yang beroperasi di daerah Anda untuk melakukan klarifikasi. Hal tersebut berguna untuk meluruskan kesalahpahaman yang sebelumnya telah terjadi.