Penghasilan Grabbike Vs Gojek Besar Mana?


Penghasilan Grabbike Vs Gojek Besar Mana?
Grabbike dan gojek menjadi layanan transportasi yang sudah booming di seluruh wilayah Indonesia. Bedanya layanan grab dan gojek adalah perusahaan yang berdiri sendiri bukan cabang dari salah satu perusahaan. Untuk perusahaan grab sendiri adalah perusahaan yang berdiri di Singapure, sedangkan gojek perusahaan yang berdiri di Indonesia. Lalu bagaimanakah dengan penghasilannya? Penghasilan grabbike vs gojek besar mana?. Sering Anda berfikir seperti itu, karena kebanyakan grab menggunakan strategi dengan memberikan banyak promo diskon mulai dari layanan antar jemput sampai makanan. Sedangkan untuk gojek memberikan banyak layanan dengan kualitas bagus serta harga yang tidak main-main. Selain itu, para pelajar, mahasiswa lebih suka dan tertarik dengan pelayanan grab ini. Sedangkan untuk gojek lebih banyak peminat atau pelanggannya adalah para pegawai atau orang dengan penghasilan yang tinggi. Maka tak heran jika Anda sering bertanya besar penghasilan grab dan gojek.

Penasaran Penghasilan Grabbike Vs Gojek Besar Mana?
Grab dan gojek menjadi daya tarik tersendiri bagi para pekerja. Ada juga yang menggunakan grab dan gojek sebagai pekerjaan satu-satunya dan ada pula yang menjadikan mereka sebagai pekerjaan sampingan saja. Karena setiap driver juga diberikan reward dan bonus pada setiap order yang melebihi batas. Sedangkan untuk tarif grab dan gojek tentu ada perbedaannya karena pada masing-masing perusahaan mempunyai SOP dan kebijakan sendiri. berikut ini adalah penjelasan mengenai penghasilan grab dan gojek yang bisa menjadi referensi untuk Anda.

1.     Grabbike
Pada tahun 2018 grab menetapkan tarif terendah yang semula Rp 7.000 menjadi Rp 2.300. Selain itu, perusahaan ini menggunakan sistem bagi hasil dari setiap keuntungan yang didapat driver, driver akan mendapatkan 90% dari hasil kerjanya dan perusahaan menerima 10% nya. Nah, driver aktif narik rata-rata perhari bisa sampai 18 kali dengan pemasukan rata-rata Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per order. Jadi penghasilan kotor driver grab ini bisa mencapai Rp 200.000 perharinya.

Jumlah ratusan itu, belum merupakan potongan bensin, parkir atau biaya order lain yang mendapatkan diskon dari toko atau tempat lain yang berhubungan dengan grab. Selain itu, bonus-bonus yang didapat oleh driver juga bisa menambah penghasilan mereka.

2.     Gojek
Sedangkan untuk gojek sendiri pada tahun 2018 memiliki penghasilan yang melebihi UMK di setiap daerah di Indonesia. Jika melalui riset di daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi, rata-rata driver menghasilkan uang sebesar Rp 4,9 juta setiap bulannya. Namun, sekarang yang semula tarif Rp 2.200 per kilometernya menjadi Rp 1.200 per kilometer. Maka sehari seorang driver hanya bisa menghasilkan Rp 100.000 perhari.

Jumlah tersebut juga belum termasuk biaya untuk bensin, biaya order dan biaya lainnya. Anda bisa menghitung sendiri berapa hasil yang didapat oleh driver gojek ini. Penghasilan tersebut bisa juga ditambahkan dengan penghasilan lain, seperti pelanggan yang memakai uang cash tapi kembalian tidak diambil dan sebagainya.

Jadi, jika dihitung lebih rinci lagi gojek dan grab memiliki prosedur penerimaan hasil yang berbeda. Karena grab lebih menggunakan banyak promo yang ditawarkan kepada pelanggan serta reward untuk drivernya sendiri. sedangkan untuk gojek banyak memprioritaskan kualitas pelayanan yang diberikan kepada pelanggannya. Dan untuk masing-masing driver grab maupun gojek juga mendapat reward dari pelanggan melalui penilaian lewat pemberian bintang.

Nah, menurut Anda penghasilan grabbike vs gojek besar mana? Jika dilihat dari artikel di atas, penghasilannya lebih besar grab karena banyak sekali yang bernilai uang. Tapi, ini kembali kepada Anda, jika ingin berlangganan grab atau gojek sama saja. Banyak yang bisa Anda dapatkan dari kedua layanan aplikasi tersebut.